Siswa SMA Recis Pentaskan Drama Musikal One Last Hope
03 November 2012 18:28 - Berani Online
Jakarta – One Last Hope, drama musical adaptasi dari film remaja A Walk to Remember, berhasil memukau penonton di Jakarta. Bertempat di auditorium sekolah, para siswa SMA Regina Pacis Jakarta berhasil menyuguhkan drama musical berbahasa Inggris dengan baik, Sabtu (3/11).
Film A Walk to Remember (2002), merupakan film yang diambil dari novel terkenal karya Nicholas Spark dengan judul yang sama. Di tangan para siswa Regina Pacis, film ini diubah menjadi sajian drama musical dan tarian yang menarik.
![]() |
| Landon belum tahu kalau Jamie sakit |
Drama dikemas dengan iringan music yang lincah dan riang. Drama bercerita tentang Landon Carter, yang jatuh hati pada Jamie Sullivan. Sayangnya, Landon tidak tahu kalau ternyata Jammie memiliki sakit leukemia. Jamie tidak ingin membuat Landon bersedih. Maka ia berusaha hidup senormal mungkin tanpa mau menunjukkan dirinya terkena sakit mematikan. Akhirnya, penyakit leukemianya semakin parah menyerang tubuhnya dan dia pun jatuh sakit. Saat jatuh sakit inilah Landon baru tahu kalau Jamie memiliki sakit mematikan.
![]() |
| Permainan watak yang hidup |
Landon ingin membahagiakan Jamie dengan memenuhi semua permintaannya. Dan benar, Landon memenuhi semua permintaan Jamie, yaitu dapat melihat bintang-bintang, dapat bernyanyi di panggung dengan orang yang disayanginya, dan dapat menemukan keajaiban.
“Keajaiban terakhir ini adalah diri saya, sebagai orang yang dicintai Jamie, sehingga Jamie bisa tetap semangat sampai meninggalnya,” ujar Richard Adinugraha yang berperan sebagai Landon. “Drama musikal ini banyak memberikan pelajaran bagi saya, terutama saya menjadi lebih sabar dan tidak tergesa-gesa. Dengan mengerti kesakitan dan penderitaan orang lain, saya bisa belajar apa artinya kesabaran dan memberi perhatian bagi orang lain,” sambungnya.
Bagi Maureen Lazuardi yang memerankan Jamie, drama musikal ini membuatnya lebih dapat memasrahkan diri pada Tuhan dan percaya. “Saya bersyukur boleh berperan dalam drama musikal ini. Tokoh Jamie membuat saya belajar bagaimana saya memasrahkan dan mempercayakan hidup saya pada Tuhan,” ujarnya.
Bagi Pak Sadmoko Murti, Kepala Sekolah SMA Regina Pacis Jakarta, acara seperti ini memberikan banyak unsur edukatif bagi anak-anak. "Melalui drama musikal ini, anak-anak dapat menggabungkan seluruh kegiatan dalam ekstrakurikuler sekolah dalam sebuah pentas drama. Selain itu. yang membuat kami kagum adalah semangat di balik proses kerja mereka. Mereka mencari dana, mengorganisir acara, dan berkomunikasi dengan banyak pihak untuk terselenggaranya acara ini. Ini semua memiliki unsur pembentukan karakter yang baik bagi anak-anak," ujarnya.
(Dka/istimewa)












0 komentar:
Posting Komentar